Stres Kerja Menyebabkan Menurunnya Motivasi Kerja

Stres Kerja Menyebabkan Menurunnya Motivasi Kerja

Sudah menjadi hal umum apabila dalam suatu organisasi, banyak pegawai yang secara potensi memiliki kemampuan yang tinggi tetapi tidak mampu berprestasi dalam bekerja. Kondisi tersebut disebabkan keadaan psikologis dan jabatan yang kurang cocok, atau karena lingkungan tempat kerja tidak menjadi wadah yang membawa rasa aman dan betah bagi diri pegawai. Salah satu penyebab tidak produktifnya pegawai adalah karena pegawai tersebut mengalami stres dalam bekerja dan kurangnya motivasi untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik. Organisasi banyak yang memiliki tenaga kerja dengan kemampuan kerja yang tinggi tetapi mereka tidak mampu bekerja secara produktif hanya karena pegawai tersebut mengalami stres. Organisasi perlu menempatkan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan jabatan yang ad a di organisasi, untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan manusia.

Lingkungan organisasi baik di dalam maupun di luar, dapat menjadi sumber stres bagi pegawai. Stres perlu dikelola dengan baik karena dampak dari stres tidak selalu negatif, tingkat stres yang optimal akan berpengaruh pada kinerja yang optimal bagi perusahaan. Pekerjaan yang monoton dan kurang menantang membuat jenuh beberapa pegawai. Ketidakhadiran merupakan salah satu indikator dari dampak stres kerja, ketidakhadiran merupakan dampak dari stres kerja dimana dampak stres yang berat akan membuat pegawai tidak nyaman bekerja sehingga lebih memilih untuk menghindar dengan tidak masuk kerja.

Motivasi kerja secara signifikan dapat dipengaruhi oleh stres kerja. Penelitian tersebut dilakukan pada kantor akuntan publik di kota Medan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap motivasi kerja serta dampaknya terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator konflik peran dan karakteristik tugas dalam variabel stres kerja memiliki pengaruh negatif terhadap motivasi kerja. Jika motivasi merupakan suatu s ikap yang ditunjukkan pegawai terhadap lingkungan kerjanya, maka stres kerja dapat diartikan sebagai suatu bentuk sikap yang ditunjukkan atas keadaan motivasi kerja pegawai.

Sebagai seorang pegawai, tugas dan fungsi masing-masing individu organisasi berbeda. Sisa waktu yang dimiliki oleh pegawai selain untuk bekerja digunakan untuk melakukan aktifitas diluar pekerjaan. Permasalahan yang terjadi diluar jam kerja biasanya terbawa ke lingkungan kerja dan mempengaruhi sikap kerja pegawai baik dalam motivasi maupun semangat kerja. Permasalahan tersebut bisa saja berhubungan dengan keluarga, seperti perannya sebagai kepala keluarga apabila pegawai organisasi itu laki-laki dan peran sebagai ibu rumah tangga apabila pegawai tersebut perempuan. Hasil wawancara dengan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ditemukan pula adanya beberapa indikasi permasalahan yang berkaitan dengan motivasi kerja. Beberapa indikasi yang didapat adalah pegawai bekerja atas tuntutan dari organisasi, sedangkan motivasi yang baik harus berasal dari dorongan masing-masing tiap individu. Fenomena tersebut menjelaskan adanya masalah mengenai kebutuhan akan prestasi.